Kamis, 27 Oktober 2011

Seuntai Doa dan Harapan

Tubuh kekarmu kini mulai renta
Rasa sakitpun mulai sering engkau rasakan
Namun, bukan keluh kesah yang tersirat dibibirmu
Hanya senyum dan tawa yang ada
Anak-anakmu beranjak dewasa
Dan engkau semakin keras membanting tulang
Terik yang menyengat kulit tak dirasakan lagi
Kusam tubuhmu pun tak dihiraukan lagi
Satu tekadmu "Demi anak-anakku!"
Kini sesuatu membuat hatimu terluka
Anak-anakmu tahu hatimu menangis
Namun, lagi engkau abaikan luka perih itu
Engkau hanya ingin keluarga kecilmu bangga dan bahagia
karenamu
Bangga karena engkau tak rapuh,dan Bahagia melihat senyum kemenangan diwajahmu.....


Tuhanku Yang Maha Penyayang, aku hanya berharap kepada-Mu.
"Keluarkanlah kesedihan itu dari hatinya"

Aamiin...

Rabu, 26 Oktober 2011

Aku Malu

Hari ini aku teringat akanmu
Aku yakin hari ini engkaupun mengingatku
Engkau menyebutku dalam doa"mu
Engkau memilihku untuk setiap harapanmu, Mama
Tapi bukan sekedar hari ini . . .
Aku sangat yakin kemarin, esok, lusa dan seterusnyapun  begitu
Kadang telinga ini iri untuk mendengar “Mama menyayangimu, Nak”
Tapi aku tau itu bukan caramu
Setiap tetesan keringatmu adalah caramu mengingatku
Setiap tetesan air matamu adalah bukti doa"mu untukku
Setiap jengkal langkahmu adalah sebuah harapan mu kepadaku
Setiap ketulusanmu adalah caramu menyayangiku
Namun, engkau tak pernah mengeluh untuk setiap tetesan keringat, setiap tetesan air mata,dan setiap jengkal langkahmu
Aku tau kadang engkau merasa lelah
Dan aku pun tau untuk siapa engkau berlelah
Seringkali hati ini ciut, ketika . . .
bibir ini kaku untuk mengucap “Aku sangat menyayangimu, Mama”
Sungguh, kuteramat ingin engkau tau itu
Tapi mulut ini selalu saja kelu, aku tak pandai berkata
Kini yang kubisa hanya selalu berusaha membuat hatimu tenang
Walaupun tak selalu bisa kulakukan
Semoga itu bisa sedikit menunjukkan betapa aku menyayangimu, 
Mama...

Dan “Ya Rabb-ku, sayangilah mamaku selalu"